Ciri Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

1. Kelompok Kata (Frasa)
     Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif, maksudnya di antara kedua kata itu tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat dan hanya memiliki satu makna gramatikal.
Berdasarkan jenis frasa di bagi menjadi 4 yaitu:
  a. Frasa Nominal, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata benda. Frasa nomina dapat berfungsi menggantikan kata benda. Contoh: buku tulis, lemari besi, ibu bapak.
  b. Frasa Verbal, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata kerja. Frasa verbal dapat berfungsi menggantikan kedudukan kata kerja dalam kalimat. Contoh: sedang belajar, akan datang, belum muncul, baru menyadari, tidak mandi.
  c. Frasa Adjektiva, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata sifat. Contoh: cukup pintar, tidak cantik, hitam manis.
  d. Frasa preposisional, yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan kata depan. Contoh: di rumah , dari Bali, ke pantai.
2. Afiksasi
     Afiksasi atau pengimbuhan adalah proses pembentukan dengan mengimbuhkan afiks (imbuhan) pada bentuk dasar tunggal maupun kompleks. Afiksasi dibagi menjadi 4, yaitu:
  a. Prefiksasi atau prefiks adalah imbuhan yang secara struktural dilekatkan pada awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Prefeks dalam bahasa INdonesia antara lain: ber-, meN-, di-, per, pe-, ter-, dan se-. Proses prefeksasi adalah penambahan prefiks atau awalan pada kata dasar.
Contoh:
ber- + lari = berlari
men- + tangis = menangis
di- + makan = dimakan
  b. Infiksasi atau Infiks adalah ibuhan yang secara struktural dilekarkan di tengah sebuah kata aau bentuk dasar. Infiks dalam bahasa Indonesia, antara lain: -er-, -el-, dan -em-.Proses Infiksasi adalah penambahan infiks atau sisipan pada kata dasar atau bentuk dasar.
Contoh:
em- + tali = temali
er-  + gigi = gerigi
  c. Sufiksasi atau akhiran adalah imbuhan yang secara struktural dilekatkan pada akhir sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Sufiks dalam bahasa Indonesia, antara lain: -kan, -i, -an, -nya, -man,-wati, -nda, dan -anda. Sufiks serapan dalam bahasa Arab adalah -i dan -ah. Sufiks dari bahasa Barat adalah -isme, -is, -if, dan -al. Proses Sufiksasi adalah penambahan sufiks atau akhiran pada kata dasar atau bentuk dasar.
Contoh:
Duduk + -kan = dudukkan
Sastra + -wan = sastrawan
  d. Konfiksasi
Konfiksasi adalah imbuhan yang terdiri atas dua bagian yang diletakkan pada awal dan akhir kata dasar atau bentuk dasar. Konfiks dalam bahasa Indonesia, contohnya per-an, ke-an, dan ber-an. Proses konfiksasi adalah penambahan prefiks dan sufiks secara bersamaan.
Contoh:
Ke-an + adil = keadilan
Ber-an + datang = berdatangan.
3. Kalimat Definisi
     Bagia awal dari sebuah teks laporan hasil observasi pada umumnya diawali dengan kalimat definisi, yaitu kalimat yang memberikan penjelasan umum tentang suatu benda, hal, aktivitas dan hal lainnya. Kalimat definisi serng digunakan dalam kalimat laporan dan merujuk pada sebuah istilah teknik atau ilmiah tertentu. Kalimat definisi bermanfaat membantu pembacanya untuk mengetahui atau memahami istilah-istilah yang sering muncul dalam tulisan.
Contoh:
Singa adalah hewan pemangsa dan pemakan daging
4. Kalimat Kompleks dan Simpleks
  a. Kalimat Simpleks (Sederhana)
Kalimat Simpleks adalah kalimat yang dibentuk oleh fungsi-fungsi pokok. Kalimat simpleks pada umumnya hanya tersusun atas subjek (S), predikat (P), objek (O), atau pelengkap (Pel.).
Contoh:
Mardi Dokter
    S        P

  b. Kalimat Kompleks (Kalimat Majemuk)
Kalimat Kompleks adalah kalimat yang telah mengalami perluasan, baik berupa penambahan pola kalimat yang berupa unsur keterangan (Ket.) maupun perluasan fungsi-fungsinya.
Contoh:
Deva sangat gemuk ketika masih kuliah.
(penambahan unsur keterangan)
Gadis berbaju putih itu adikku.
(perluasan subjek kalimat)
Kalimat Majemuk adalah kalimat yang memiliki dua klosa atau lebih.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar